KENIASAN: INTEGRASI SOSIOLOGI DAN TEOLOGI UNTUK MENGGALI KEBAJIKAN LOKAL, “SINKRETISME”, DAN KEKRISTENAN
Keywords:
Nias, Sosiologi, Sinkretisme, Kristen, TeologiSynopsis
Cetakan kedua: Desember, 2025
Ukuran: A5: 14,8 x 21 cm
Halaman: xi, 201
ISBN: 978-634-04-6351-4 (PDF)
Harga: Rp.165.000,-
Ya’ahowu fefu! Buku ini lahir dari sebuah kegelisahan akademik dan spiritual yang mendalam terhadap realitas masyarakat Nias dalam menghidupi iman Kristen di tengah tradisi leluhur yang kaya, kompleks, dan dinamis. Sebagai putra Nias, saya menyadari bahwa perjumpaan antara budaya dan agama di tanah kelahiran saya tidak hanya melahirkan harmoni, tetapi juga menghadirkan kompleksitas, ketegangan, bahkan dilema, yang menuntut pemahaman yang lebih utuh, reflektif, dan kritis.
Fenomena inilah yang kemudian saya rumuskan dalam sebuah konsep yang saya beri nama Keniasan, sebuah epistemologi baru yang lahir dari rahim realitas masyarakat Nias itu sendiri. Hingga saat buku ini ditulis, penelusuran terhadap berbagai sumber akademik, baik jurnal nasional, internasional, maupun dokumen penelitian lain, tidak menemukan adanya konsep maupun istilah ‘Keniasan’ yang digunakan dalam kajian-kajian akademik sebelumnya. Dengan demikian, Keniasan merupakan sebuah temuan ilmiah baru yang belum pernah diangkat dalam ranah epistemologi, antropologi agama, sosiologi agama, teologi kontekstual, maupun kajian budaya Nias.
Keniasan tidak sekadar menjadi istilah deskriptif, tetapi menjadi kerangka baca, dan lensa epistemologis dalam memahami dinamika perjumpaan antara budaya Nias dan kekristenan. Ia hadir sebagai jendela reflektif sekaligus kerangka interpretatif untuk melihat bagaimana iman Kristen berdialektika secara aktif dengan budaya lokal, tanpa kehilangan esensi iman maupun identitas budaya. Keniasan menjadi tawaran epistemologis sekaligus cara berpikir baru untuk memahami realitas masyarakat Nias secara holistik, bukan sebagai objek pasif kajian dari luar, tetapi sebagai subjek yang memiliki otoritas epistemik atas pengalaman iman dan budaya mereka sendiri.
Selain menghadirkan epistemologi Keniasan sebagai kerangka baca baru, buku ini juga memberikan kontribusi ilmiah melalui pengungkapan dan analisis terhadap lima praksis utama sosio-teologis masyarakat Nias, yang hingga saat ini belum pernah dikaji secara mendalam dalam penelitian-penelitian sebelumnya, baik dalam ranah antropologi agama, sosiologi agama, teologi kontekstual maupun kajian budaya Nias. Kelima praksis ini merupakan representasi konkret dari bagaimana iman Kristen dan budaya Nias saling berdialektika, bernegosiasi, dan membentuk realitas iman yang unik dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Nias. Praksis-praksis tersebut adalah: Ritual Berburu, sebagai simbol harmoni antara manusia, alam, dan Allah, yang memiliki makna spiritual dan teologis. Ritual Sakral dalam Pencak Silat Nias (Sile Ono Niha), yang tidak hanya menjadi seni bela diri, tetapi juga wadah transmisi nilai-nilai spiritual, moral, dan teologis dalam komunitas. Malaika Zatua dalam Doa, yaitu fenomena penyebutan roh orang tua atau leluhur dalam doa Kristen, sebagai refleksi dari dialektika iman Kristen dan kosmologi adat. Kazia Taromali, yaitu praktik hermeneutika lokal yang memadukan teks-teks biblis dengan teks-teks sosial dan budaya Nias, yang berkembang menjadi semacam ilmu putih dalam ekspresi kekristenan lokal. Hingga figur Samaele’ö, yakni sosok nabi lokal yang menjadi mediator spiritual sekaligus simbol dari integrasi antara iman Kristen dengan struktur spiritualitas adat masyarakat Nias.
Saya menyadari tanpa pertolongan dan bantuan dari berbagai pihak, proses penulisan buku ini tidak akan terlaksana bahkan tidak akan pernah selesai. Oleh karena itu, dengan penuh ketulusan, saya menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada:
Istriku tercinta, Ria Apvan Bertin Baene, M.Pd., perempuan yang dengannya saya tidak ragu berbagi visi dan perjalanan hidup. Saat pernikahan kami, kami memuliakan Tuhan melalui lagu Tak Terbatas, sebuah ungkapan syukur atas kasih dan kuasa Kristus yang nyata dalam hidup kami. Lagu itu tidak hanya menjadi pujian kepada Allah, tetapi juga menggambarkan kehadiranmu dalam hidupku yang hadir di saat aku berada di titik terendah, menjadi jawaban atas doa-doaku, serta menghadirkan kekuatan dan harapan baru. Terima kasih karena telah menerima dan mencintaiku apa adanya, tanpa syarat, tanpa menghakimi, dan tanpa berusaha mengubah siapa aku. Kasihmu adalah cerminan kasih Kristus yang nyata dalam hidupku.
Orang tua tercinta, Amiria Hulu, yang dengan kasih telah merawat, melindungi, mendidik, dan memberikan pendidikan sebagaimana yang telah dijanjikan di hadapan Allah Tritunggal pada saat saya dibaptis di Gereja Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) Hiliwaele, Kecamatan Moro'ö, Kabupaten Nias Barat.
Saudara-saudari saya: Noverisa Waruwu, Teliani Waruwu, Daliwanolo Waruwu, Yunirawati Waruwu, Yusmine Waruwu, S.Th., dan Bezisökhi Waruwu, S.Pd. Terima kasih atas doa, dukungan, dan kebersamaan yang selalu menguatkan saya dalam setiap proses kehidupan. Kalian adalah bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan, pergumulan, dan lahirnya buku ini.
Para Pendeta di Desa Lasarabahili, Kecamatan Moro'ö, Kabupaten Nias Barat, yang melayani di Gereja Orahua Niha Keriso Protestan (ONKP), khususnya Pendeta Sawatö Waruwu, S.Th., Pendeta Asdar Waruwu, S.Th., Pendeta Sofianus Waruwu, S.Th., Pendeta Herman Waruwu, S.Th., dan Pendeta Oktavianus Waruwu, S.Th. Kehangatan dalam setiap pertemuan dan waktu yang kita habiskan bersama selalu memberikan makna tersendiri. Melalui diskusi yang intensif dan konstruktif, saya memperoleh wawasan mendalam terkait budaya Nias, dinamika pelayanan dan kepemimpinan gerejawi, perkembangan teologi, serta berbagai isu kontemporer dalam konteks lokal, nasional, dan global.
Adik perempuan saya, Nestilina Gulo, M.Th., yang melayani sebagai tim pastoral di Gereja International Full Gospel Fellowship (IFGF) Salo’o, Kecamatan Ulu Moro’ö, Kabupaten Nias Barat; serta Esari Hia, S.Th., yang melayani sebagai tim pastoral di Gereja International Full Gospel Fellowship (IFGF) di Dusun Daliwu, Desa Fabaliwa Oyo, Kecamatan Tugala Oyo, Kabupaten Nias Utara; bersama Metodius Gulo, S.Com., telah memberikan dukungan serta bantuan dalam pengumpulan data penelitian ini. Sungguh sebuah kerjasama yang hebat!
Penghargaan dan rasa hormat yang mendalam saya sampaikan kepada seluruh masyarakat Nias, khususnya masyarakat di Kecamatan Moro’ö, Kabupaten Nias Barat, dan Kecamatan Tugala Oyo, Kabupaten Nias Utara, yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan penelitian ini. Teristimewa, saya menyampaikan apresiasi kepada para tetua adat, kepala desa beserta perangkatnya, tenaga pendidik di lingkungan sekolah, pendeta, guru jemaat, Satua Niha Keriso (penatua), penginjil (evangelis), lektor gereja Katolik, budayawan, sejarawan, serta warga gereja yang telah bersedia menjadi partisipan dalam wawancara, serta dengan penuh keterbukaan membagikan pengetahuan, pengalaman, dan refleksi yang sangat berharga dalam memperkaya pemahaman saya terhadap realitas Keniasan.
Tidak lupa, saya ucapkan terima kasih kepada sang Guru, Prof. Dr. Jan Lukas Lombok M.Si yang telah memberikan pengaruh besar dalam perjalanan intelektual dan pengembangan pengetahuan saya. Ilmu dan bimbingannya telah menjadi bagian penting dalam membentuk cara pandang dan pemahaman akademik saya.
Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan selama proses penelitian dan penulisan buku ini. Secara khusus, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dr. Candra Gunawan Marisi Simanjuntak, M.Th., selaku editor, serta kepada Penerbit Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas yang telah memfasilitasi penerbitan karya ini hingga terbit.
Kiranya buku ini dapat menjadi bahan refleksi sekaligus inspirasi bagi siapa pun yang ingin memahami perjumpaan antara iman dan budaya di tengah realitas sosial yang terus berkembang.
Downloads
References
A. C. Kruyt. Keluar Agama Suku Masuk Agama Kristen. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia, 2008.
A.M.Irfan TAUFAN Asfar dan Andi Muhamad Iqbal Akbar Asfar. “TEORI BEHAVIORISME (Theory of Behaviorism).” Researchgate, no. February (2019): 0–32. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.34507.44324.
Afif, Afth. “Leluhur Orang Nias Dalam Cerita-Cerita Lisan Nias.” Kontekstualita 25, no. 1 (2020): 53–79.
Aksin Wijaya. Kontestasi Merebut Kebenaran Islam Di Indonesia. H. Abdul W. Yogyakarta: IRCiSoD, 2019.
Alfianoor, Alfianoor. “Ayat Al-Qur’an Dalam Mantra Banjar.” NALAR: Jurnal Peradaban Dan Pemikiran Islam 1, no. 1 (2017): 27. https://doi.org/10.23971/njppi.v1i1.900.
Alokasi Gulo. “Pelayanan Pastoral BNKP Dalam Konteks Perubahan Sosial Pasca Gempa Bumi 28 Maret 2005 Di Nias.” Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, 2012. https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=4049019.
Andersen, James, and Yanto Paulus Hermanto. “Kajian Teologis Dampak Gerakan Profetik Dan Aspotolik Terhadap Gereja.” Jurnal Gamaliel : Teologi Praktika 4, no. 1 (2022): 29–43. https://doi.org/10.38052/gamaliel.v4i1.80.
Anselm Strauss. Negotiations: Varieties, Contexts, Processes, and Social Order. San Franciso: Jossey-Bass, 1978.
Aswinarko. “Kajian Deskriptif Wacana Mantra.” Deiksis 5, no. 2 (2013): 119–29.
Atos, Antonius. “Keunggulan Pribadi Tangguh.” Character Building Journal 3, no. 1 (2006): 16–26.
Beni Ahsan, eka Putra Wirman, Faizin. “PENGGUNAAN AYAT-AYAT AL QUR`AN DALAM RITUAL PENCAK SILAT SIGANTANG DI NAGARI RURA PATONTANG (The Use of Quranic Verses in the Sigantang Pencak Silat Ritual in Nagarai Rura Patontang).” Tsaqofah 4, no. 1 (2024): 923–35.
Bray, Gerald L. “The Double Procession of the Holy Spirit in Evangelical Theology Today: Do We Still Need It?” Journal of the Evangelical Theological Society 41, no. 3 (1998): 415–426.
Berger, Peter L. The Social Reality of Religion. Hamondsworth: Penguin, 1993.
Berger, Peter L., and Thomas Luckmann. The Social Construction of Reality: A Treatise in the Sociology of Knowledge. Garden City, NY: Anchor Books, 1966.
Burrows, Millar. “Syncretism in the Old Testament.” Journal of Biblical Literature 60, no. 3 (1941): 301–312. https://www.jstor.org/stable/1458846.
Brakke, David. The Gnostics: Myth, Ritual, and Diversity in Early Christianity. Cambridge: Harvard University Press, 2012. https://books.google.com/books?id=RyEwEAAAQBAJ.
Browning, W.R.F. Kamus Alkitab. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.
Blumer, Herbert. Symbolic Interactionism: Perspective and Method. Berkeley: University of California Press, 1969.
Boehm, Roger J. Evil Defined: From a Christian Perspective. Bloomington, IN: AuthorHouse, 2006.
Chales C. Ryrie. Teologi Dasar 2. Yogyakarta: Andi Offset, 2010.
Daerah, Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan. Sejarah Daerah Sumatera Utara. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1978.
Danandjaja, James. Ono Niha: Penduduk Pulau Nias, 1976.
David L. Baker. Mari Mengenal Perjanjian Lama. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008.
Dian Susilastri. “Sinkretisme Mantra Masyarakat Aji: Sebuah Identitas Budaya Syncretism of Mantra in Aji Society: A Cultural Identity,” no. September 2014 (2014): 163–70. https://ojs.badanbahasa.kemdikbud.go.id/jurnal/index.php/loa/article/view/2082/1091.
Elisa B. Surbakti. Konseling Praktis. Bandung: Kalam Hidup, 2008.
Emile Durkheim. The Elementary Forms Of Religious Life. Oxford: Oxford Universy Press, 2001.
Fahrur Mu’is. Dikejar Rezeki Dari Sedekah. Solo: Taqiya Publishing., 2016.
Famati Waruwu, Elia Tambunan, Otieli Harefa, Nestilina Gulo, Ria Apvan Bertin Baene. “Sile (Pencak Silat Nias) as a Negotiation of Religion and Culture between Traditional Societies, Islam, and Christianity in Ono Niha.” Sosiologi Agama Dan Perubahan Sosial 18, no. 2 (2024). https://doi.org/http//doi.org/10.14421/jsa.2024.182-03.
Famati Waruwu. “Diktat Hermeneutika.” Bekasi, 2023.
Famati Waruwu. “Diktat Sejarah Gereja Umum (SGU).” Bekasi, 2023.
Febrian Afriadi dan Hoktaviandri. “Analisis Pengaruh Peradaban Islam Di Andalusia Terhadap Kebangkitan Ilmu Pengetahuan Di Eropa” 2 (2024): 129–38.
Feby Siahaan. Jelajah Yunnan-Jejak Leluhur. Yogyakarta: LeutikaPrio, 2017.
Fikri C. Wardana. Ilmu Hitam Salesman. Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2018.
Greenspahn, Frank. “Syncretism and Idolatry in the Bible.” Vetus Testamentum 54, no. 4 (2004): 480–493.https://brill.com/view/journals/vt/54/4/article-p480_4.xml.
Gustanto, Wanti irini, Dewi, Setiawan Irvan, and Fitrinia Cut, Nadia. Adat Dan Budaya Suku Bangsa Nias Di Sumatera Utara. Edited by Hendra Mulia. Pertama. Banda Aceh, 2005.
Gay, David E. On the Christianity of Incantations. London: Palgrave Macmillan, 2004. https://link.springer.com
H. Berkhof Dan I. H. Enklaar. Sejarah Gereja. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia, 2009.
Halawa, Iman Krisdayanti. “Strategi Perintisan Jemaat DI Tengah Sinkretisme Budaya Nias,” October 2020. https://doi.org/10.31219/osf.io/mu35k.
Halawa, Maria Veronika. “Transformasi Budaya Adu Zatua Di Nias Sumatera Utara.” Kajian Seni, 2017, 197–215.
Harefa, Gustav Gabriel, Eirene Kardiani Gulo, and Mesrawati Gaurifa. “Strategi Gereja Mengatasi Praktik Okultisme Di Seputar Kematian Strategy of the Church to Overcoming Occult Practices Around Death” 2 (2022): 38.
Harefa, Otieli, Fransiskuas Irwan Widjaja, Mitra Binariang Lase, and Benteng M M Purba. “Pembinaan Dan Peningkatan Pemahaman Masyarakat Nias Tentang Gerakan Islamisasi Di Nias Selatan : Ikaonio Tano Niha Nias Memanggil” 1, no. 2 (2021): 49–55.
Hendropuspito. Sosiologi Agama. Jakarta: Kanisius Bekerjasama dengan BPK Gunung Mulia., 1983.
Huda, M.D. Religious Syncretism in Paranormal Myths: Study of Javanese Islamic Society in Blitar Regency. Working Paper, IAIN Kediri, 2022. https://repository.iainkediri.ac.id/658/1/Religious%20Synchretism%20in%20Paranormal%20Myths%20Study%20of%20Javanese%20Islamic%20Society%20in%20Blitar%20Regency.pdf.
J. S. Badudu. Kamus Kata - Kata Sarapan Asing Dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara, 2007.
Jan S. Aritonang. Berbagai Aliran Di Dalam Dan Di Sekitar Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2016.
Jonar Situmorang. Kamus Alkitab Dan Theologi. Yogyakarta: ANDI, 2016.
Jonar Situmorang. 7 Jesus Statements. Yogyakarta: ANDI, 2011.
Jonar T.H. Situmorang. Mengenal Agama Manusia: Mempelajari Dan Memahami Agama-Agama Manusia Untuk Menciptakan Ketentraman Dan Rasa Solidaritas. Yogyakarta: ANDI, 2017.
———. Soteriologi Doktrin Keselamatan. Yogyakarta: ANDI, 2015.
Judika Octo Berlin Lumban Toruan dan Pardomuan Munthe. “Tinjauan Dogmatis Terhadap Pemahaman Gkpi Serdang Tentang Menaruh Pakaian Ke Peti Mati.” Sabda Akademik 1, no. No 1 (2021): Edisi Ke-1, September 2021 (2021). https://ejurnal.sttabdisabda.ac.id/index.php/JSAK/article/view/13.
Juhana Nasrudin. Refleksi Keberagamaan Dalam Sistem Pengobatan Tradisional Masyarakat Perdesaan. Depok: PT RajaGrafindo Persada, 2020.
Julian Melgosa dan Michelson Borges. Kekuatan Harapan. Bandung: Indonesia Publishing House, 2017.
Ketut Widadnyana. Legitimasi Kekuasaan Pada Budaya Nias: Paduan Penelitian Antropologi Dan Arkeologi. Pertama. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2010.
Keith A. Roberts and David Yamane, Religion in Sociological Perspective. Thousand Oaks, CA: Sage Publications, 2015
Kärkkäinen, Veli-Matti. Pneumatology: The Holy Spirit in Ecumenical, International, and Contextual Perspective. Grand Rapids, MI: Baker Academic, 2002.
MAGDALENA PRANATA SANTOSO. Veritas. Jurnal Teologi Dan Pelayanan, Volume 9 Nomor 2. SAAT, 2008.
Mead, George Herbert. Mind, Self, and Society: From the Standpoint of a Social Behaviorist. Chicago: University of Chicago Press, 1934.
Mali, Mateus. “Kenabian Dan Nabi Palsu Modern.” Orientasi Baru 22, no. 01 (2013): 17–30.
Muhammad, H., I. Supena, A.A. Junaidi, and M. Faiq. “The Qur’anic Mantras Recited by Shamanic Santri in Java, Indonesia.” HTS Teologiese Studies/Theological Studies 77, no. 4 (2021): 1–8. https://www.ajol.info/index.php/hts/article/view/233
Manati I. Zega. Awas Gaya Hidup Dunia Masuk Gereja. Yogyakarta: ANDI, 2009.
Martha Copp. “Negotiated Order.” In In Encyclopedia of Social Theory George Ritzer. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications, Inc, n.d. https://doi.org/10.4135/9781412952552.%0ALink: https://sk.sagepub.com/ency/edvol/socialtheory/chpt/negotiated-order.
Mibtadin. “Kritik Teori Masyarakat Sakral Dan Masyarakat Profan: Relevansi Pemikiran Sosial Durkheim Dalam Wacana Penegakan Syariah Di Indonesia.” Journal SMART (Studi Masyarakat, Religi, Dan Tradisi) 2, no. 1 (2016): 1–13.
Michael S. Northcott. Pendekatan Sosiologis Terhadap Studi Agama Dalam Aneka Pendekatan Studi Agama. Edited by Peter Connolly. Yogyakarta: LKis Jogyakarta, 2002.
Mikhail Mohamad. “Pengaruh Regulasi Diri Terhadap Agresivitas Anggota Perguruan Silat Beladiri Tangan Kosong Merpati Putih Dan Persaudaraan Setia Hati Terate Di Madiun.” Fakultas Psikologi Universitas Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Universitas Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, 2018. http://etheses.uin-malang.ac.id/13730/1/14410099.pdf.
Muhammad Takari. “Polarisasi Kajian Budaya Di Aceh Dan Sumatera Utara,” 2013. https://www.researchgate.net/publication/256729766_POLARISASI_KAJIAN_BUDAYA_DI_ACEH_DAN_SUMATERA_UTARA.
Naupal. “KLAIM KEBENARAN TEOLOGI DAN TUNTUTAN ZAMAN: Refleksi Kritis Atas Etika Beragama.” Kalam 8, no. 2 (2014): 255. https://doi.org/10.24042/klm.v8i2.303.
Niebuhr, H. Richard. The Responsible Self. New York: Harper & Row, 1963.
Noh Ibrahim Boiliu. Filsafat Pendidikan Kristen. Revisi. Jakarta: UKI PRESS, n.d.
Otoriteit Dachi, Delipiter Lase, Gustav Gabriel Harefa, Fotoni Ziliwu, Yulenis Ndraha, Amurisi Ndraha. Pergumulan Di Sekitar Gereja Dan Pendidikan. Yogyakarta: ANDI, 2019.
Paul Enss. The Moody Handbook Of Theology. Malang: SAAT, 2004.
Paulus Daun. Bidat Kristen Dari Masa Ke Masa. Manado: Yayasan Daun Family, 2002.
Peter Kreeft dan Ronald K. Tacelli. Pedoman Apologetika Kristen 1. Bandun: Yayasan Kalam Hidup, 2006.
———. Pedoman Apologetika Kristen 2. Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 2006.
Prasetya, Didimus Sutanto B, and Candra Gunawan Marisi. “Reposisi Hakikat Beragama Di Tengah Kemajemukan Indonesia.” Jurnal Teologi Gracia Deo 4, no. 2 (2022): 264–74. https://doi.org/10.46929/graciadeo.v4i2.95.
Pamungkas, O.Y., H. Hastangka, and S.B. Raharjo. “The Spirit of Islam in Javanese Mantra: Syncretism and Education.” HTS Teologiese Studies/Theological Studies 79, no. 1 (2023): 1–9. https://journals.co.za/doi/abs/10.4102/hts.v79i1.8407.
Rahayu, Tuti. “Multi-Cultures on Nias Community.” Research on Humanities and Social Sciences 7, no. 2 (2017): 2225–0484.
Ridha Fitria. Co Inyiak. Yogyakarta: Fakultas Seni Pertunjukkan Institut Seni Indonesia, 2022.
Ros Aiza Mohd Mokhtar dan Che Zarrina Sa’ari. “KONSEP SINKRETISME MENURUT PERSPEKTIF ISLAM” 17 (2015): 51–78. https://ejournal.um.edu.my/index.php/afkar/article/view/5645/3405.
Stott, John R. W. Baptism and Fullness: The Work of the Holy Spirit Today. Revised Edition. Downers Grove, IL: InterVarsity Press, 2006.
Sari, Nurdewi Mayang. “Konsep Kenabian Dalam Doktrin Kristen Mormon.” Repository.Uinjkt.Ac.Id, 2017.
Sari, Sinta Kumala. “PANDANGAN ALKITAB DAN SIKAP ORANG KRISTEN TERHADAP HOAX,” 2020, 62–77.
Scheibel, Johann. The Sixth and Seventh Books of Moses. Memorable Classics eBooks, 2022. https://zoboko.com/book/wer3vr16/the-sixth-and-seventh-books-of-moses.
Solo, Elvira Ernawaty Tode. “Kajian Sosio-Teologis Terhadad Tradisi Penjualan Anak Di Jemaat Gereja Masehi Injili Timor Kodya Kupang.” Program Studi Teologi FTEO-UKSW, 2013.
Stevri Indra Lumintang. Theologia Kepemimpinan Kristen Theokrasi Di Tengah Sekularisasi Gereja Masa Kini. Jakarta: Ganeva Insani Indonesia, 2015.
Scribner, Robert W. “The Reformation, Popular Magic, and the ‘Disenchantment of the World.’” The Journal of Interdisciplinary History 23, no. 3 (Winter 1993): 475–494. https://www.jstor.org/stable/206099.
Spinks, Bryan D. “Christian Worship or Cultural Incantations?” Studia Liturgica 12, no. 1 (1977): 1–13. https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/003932077701200101.
Sudarman, Sudarman. “Identitas Dan Karakteristik Nabi-Nabi Israel Dalam Perjanjian Lama.” Kalam 6, no. 2 (2017): 297. https://doi.org/10.24042/klm.v6i2.408.
Tanihardjo, Budisatyo. Integritas Seorang Pemimpin Rohani. 5th ed. Yogyakarta: Andi Offset, 2015.
Telaumbanua, Tuhoni. “Dunia Orang Mati Menurut Kepercayaan Masyarakat Nias.” SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora Dan Kebudayaan 14, no. 1 (2021): 1–17. https://doi.org/10.36588/sundermann.v14i1.49.
———. “Kaum Milenial & Kebudayaan Nias.” SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora Dan Kebudayaan 1, no. 1 (2019): 1–16. https://doi.org/10.36588/sundermann.v1i1.19.
Th. van den End. Harta Dalam Bejana. Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia, 2008.
Walls, Neal. “The Gods of Israel in Comparative Ancient Near Eastern Context.” In The Wiley Blackwell Companion to Ancient Israel, 237–239. Oxford: Wiley, 2015.
W. Stanley Heath. Psikologi Yang Sebenarnya. Yogyakarta: Andi Offset, 1995.
Wicaksana, Arif. Fondrakõ Di Kota Gunungsitoli. Https://Medium.Com/, 2016.
Wiradnyana, Ketut. “Eksistensi Leluhur” 23, no. 2 (2020): 83–92.
Yesri Talan. Sinkritisme Dalam Gereja Suku Sebuah Tinjauan Bibliologis- Kontekstual. Edited by Made Nopen Supriadi. Bengkulu: Permata Refflesia, 2020.
Yong, Amos. The Spirit Poured Out on All Flesh: Pentecostalism and the Possibility of Global Theology. Grand Rapids, MI: Baker Academic, 2005.
Yusni Telaumbanua. Doktrin Bibliologi Yang Alkitabiah. Yogyakarta: Andi Offset, 2019.
Zaluchu, Sonny Eli. “Perspektif Antropologi Dan Religi Perkawinan Suku Nias.” Sejarah Dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, Dan Pengajarannya 14, no. 2 (2020): 108. https://doi.org/10.17977/um020v14i22020p108-119.
Published
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.